TABLOID BERITA MINGGUAN MODUS ACEH MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAH IBADAH PUASAclose
MODUS ACEH MODUS ACEH

Senin, 06 September 2010 Jam 18:27
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 14 Tahun VIII | Sabtu, 31 Juli 2010 Jam 10:42

Darah Haid Pertanda Penyakit

Fitri Juliana /dbsSudah dibaca sebanyak 408 kali.

 

Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami sindrom pra-menstruasi alias PMS (pre-menstruation syndrome). Gejalanya sangat beragam dan acap kali berbeda antara penderita yang satu dengan yang lain. Salah satunya perut dan seputaran pinggang terasa nyeri, serta darah yang keluar melebihi normal dan menggumpal.

 

Fitri Juliana/dbs

Gumpalan darah haid biasanya berwarna merah cerah atau merah tua dan pekat. Gumpalan tersebut kerap terjadi pada awal menstruasi minimal pada hari pertama hingga ketiga. Menurut beberapa ahli kebidanan, gumpalan darah tersebut biasanya dikeluarkan pada hari-hari perdarahan yang terberat, atau istilahnya, darah lagi deras-derasnya. Gumpalan darah yang keluar berulang kali dapat membuat darah menstruasi Anda terlihat lebih kental daripada biasanya.

Sebenarnya, tubuh melepaskan zat yang mencegah pembekuan darah untuk mencegah darah mens menjadi menggumpal saat keluar. Namun, ketika Anda menghadapi hari-hari pertama mens yang lagi deras-derasnya, zat pencegah pembekuan darah (antikoagulan) ini tidak cukup punya waktu untuk bekerja. Hasilnya, darah pun keluar bergumpal-gumpal.

Sebenarnya, kondisi ini normal saja pada setiap perempuan, apalagi bila gumpalan darah hanya terjadi pada hari-hari pertama. Meski sebagian orang menganggap hal itu bisa saja dengan kata lain, lumrah bagi wanita haid. Namun hal tersebut juga bisa berdampak buruk jika terjadi melebihi ketentuan normalnya. Karena darah yang keluar berlebihan dan terus-menerus bisa saja menyebabkan anemia. Bila gumpalan darah juga keluar dalam jumlah tidak normal, dan lebih dari masa haid yang berakhir 6-7 hari, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Jumlah darah, bahkan warna dan konsistensi darah haid setiap siklus dapat bervariasi, dan hal tersebut lebih sering hal yang biasa/normal. Dalam siklus haid, lapisan endometrium (dinding bagian dalam rahim) menebal dan pada saat menstruasi dikelupaskan bersama dengan darah haid. Jumlahnya sekitar 30 - 80 ml setiap siklus.

Banyak wanita yang haidnya mengandung gumpalan darah, gumpalan darah dapat berwarna merah terang atau merah gelap kehitaman dan biasanya keluar pada saat darah haid terbanyak. Bila gumpalan- gumpalan darahnya banyak, darah haid akan terlihat lebih gelap warnanya. Sesekali mendapat haid dengan darah yang bergumpal tidak harus menjadikan rasa khawatir berlebihan, namun apabila terlalu lama/ setiap siklus, maka keadaan anemia (kurang darah) dapat terjadi.

Kadang-kadang gumpalan darah menunjukkan hal yang patologis (diakibatkanj oleh suatu penyakit/ keadaan yang tidak normal), antara lain:

-         Tubuh kita mengeluarkan antikoagulan yang menyebabkan darah haid tidak bergumpal, namun apabila darah haid sangat banyak dan cepat keluarnya, antikoagulan tidak sempat berfungsi dan darah haid akan bergumpal.

-         Keguguran, sering seorang wanita tidak menyadari terlambat haid, dan ada diantaranya yang keguguran. Biasanya darah bergumpal dan mengandung jaringan. Saat keluarnya gumpalan darah bersama jaringan akan terasa nyeri.

-         Tumor jinak rahim (mioma uteri), yang letaknya di dalam rahim dan menyebabkan permukaan endometrium lebih luas sering menyebabkan darah haid lebih banyak, bergumpal dan nyeri.

-         Adenomiosis, perubahan patologis pada otot rahim yang menyebabkan rahim membesar dan kontraksi otot rahim terganggu.

-         Infeksi kandungan, lebih sering menyebabkan haid yang tidak teratur dan lebih lama.

-         Gangguan hormonal, dapat terjadi kapan saja selama kurun reproduksi wanita, namun lebih sering pada usia sekitar menopause, perubahan berat badan yang drastis/mendadak, efek samping pengobatan terutama steroid.

-         Obstruksi aliran darah haid, sehingga darah bergumpal sebelum keluar, misalnya terdapat polip pada leher/mulut rahim, atau infeksi sang menyebabkan sumbatan.

Jadi meskipun belum tentu keluhan Anda itu berbahaya, untuk menentukan apa penyebab kelainan haid tersebut, Anda harus memeriksakan diri pada seorang ginekologi.

Begitu juga dengan rasa sakit pada pinggang, menurut dr Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hal ini bisa dilihat dari jenis nyeri haidnya (dismenorea). Dismenorea pada seorang gadis ada dua jenis, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Umumnya, hal itu karena dismenorea primer. Pada dismenorea primer, nyeri haid timbul bukan karena kelainan anatomis organ kandungan, melainkan karena gangguan fungsi fisiologi, misalnya gangguan hormon.

Anda harus menjalani pemeriksaan USG untuk memastikan tidak ada kelainan anatomis organ kandungan dan analisis hormon, terutama kadar prostaglandin darah. Dismenorea primer umumnya menghilang setelah melahirkan atau setelah gangguan hormonnya dihilangkan melalui pengobatan hormonal.

Pada dismenorea sekunder ditemukan kelainan di organ kandungan, misalnya adenomiosis atau mioma uteri pada rahim dan kista endometriosis pada indung telur atau kelainan bawaan rahim (misalnya, rahim ada dua atau bersekat). Penanganan dismenorea sekunder jauh lebih sulit dan mungkin saja memerlukan tindakan pembedahan atau bahkan tidak dapat disembuhkan kecuali dengan pengangkatan rahim secara keseluruhan (histerektomi). Jadi Mulai sekarang jangan pernah sepelekan darah haid yang menggumpal dan Rasa yeri pada pinggang saad haid.***



Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: