Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH - Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kompleks Pertokoan Lambhuk, Banda Aceh.close
MODUS ACEH MODUS ACEH

Minggu, 01 Agustus 2010 Jam 03:57
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 36 Tahun VII | Rabu, 30 Desember 2009 Jam 08:36
Hati-Hati

Dari Posesif Bisa Jadi Psikopat

Saniah LSSudah dibaca sebanyak 486 kali.

Sifat posesif tak mengenal jenis kelamin dan usia. Bisa menyambangi siapa saja. Penelitian yang dilakukan para ahli, wanita lebih rentan mengalami posesif. Sebab, perempuan lebih sering memiliki sifat rasa takut kehilangan pada pasangannya.

Wanita yang memiliki sifat posesif adalah wanita yang memiliki kecenderungan menahan dan mengikat apa pun yang dia rasa dan miliki. Baik objek materi maupun non materi. Objek materi lebih bersifat benda seperti barang-barang kesayangan, sedangkan non materi yaitu pasangannya. Posesif yang terlalu kuat akan membuat si perempuan mengalami kejiwaan yang serius (mental), yang pada akhirnya bisa mendekati psikopat (psyco).

Nah, berhati-hatilah jika Anda merasa sudah menjadi seorang yang posesif, disarankan untuk segera konseling ke psikolog, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Dan bagi lelaki yang memiliki pasangan yang posesif, jadilah pasangan yang mampu menghilangkan rasa takut pada diri wanitanya atau rasa cemas yang berlebihan dengan cara menyakinkan pasangannya bahwa dia tidak perlu khawatir atau cemas kehilangan dirinya.

Nursan Junita MA, Psikologi Klinis di Yayasan Psikodista Banda Aceh mengatakan, istilah posesif berasal dari kata kerja, “to possess”, yang berarti memiliki. “Jadi, posesif adalah orang yang “memiliki” atau lebih tepat lagi, menguasai orang lain,” paparnya.

Masih katanya, orang posesif itu memiliki kecenderungan menahan dan mengikat apa pun yang dia rasa dan miliki, baik obyek materi, seperti rumah, mobil, dan perhiasan, maupun subyek non materi, seperti pacar, suami, anak, dan ibu. Biasanya, masih kata Dosen Prodi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Malikusaleh Lhokseumawe, Aceh Utara itu, orang yang memiliki kecenderungan seperti ini atau bersikap posesif akan melindungi miliknya dengan segala daya dan upaya.

“Tidak satu pun orang lain dibolehkan, katakanlah, menyentuh atau bahkan memandang sekalipun sesuatu yang dia sayangi baik itu objek materi maupun objek non materi. Bisa saja orang yang tidak disenanginya akan mendapat serangan kekerasan fisik maupun non fisik seperti teror melalui SMS. Intinya orang tersebut tidak boleh mengambil sesuatu yang telah menjadi miliknya  dan disayangi,” jelas Nursan Junita MA lagi Kepada MODUS ACEH, Kamis 24 Desember 2009 lalu.

Ciri-ciri Posesif
Psikolog lulusan magister Psikologi Klinik Universitas Kebangsaan Malaysia, Nursan Junita MA membeberkan. Kecenderungan orang posesif memiliki ciri-ciri. Pertama, total dalam memberikan perhatian. Kedua, muncul dari perasaan cinta yang berlebihan, sehingga seseorang bertingkah menjadi tidak rasional dan ia akan mengontrol pasangannya sedemikian rupa. Seperti  pasangannya tidak diizinkan untuk berhubungan dengan orang lain atau melakukan aktivitas tanpa sepengetahuannya.

Ketiga, seseorang yang memiliki sikap posesif, biasanya membutuhkan pengakuan eksistensi serta perhatian lebih. Sikap tersebut bisa muncul dari rasa tidak percaya diri. Ketika tidak mendapat perhatian yang diinginkan atau merasa diabaikan, seseorang yang memiliki sikap posesif akan bertingkah uring-uringan. Ia pun akan berlaku sedemikian rupa untuk menarik perhatian pasangannya. Orang yang memiliki sifat posesif adalah orang yang cenderung irasional dan emosional.

Masih kata dia, cewek posesif melarang keras untuk berinteraksi dengan lawan jenis baik itu sekedar mengobrol, tersenyum, basa-basi apalagi kalau kedapatan SMS-an. Daftar nomor telepon di handphone pun seringkali tak luput darinya, jika terdapat nama yang tidak dikenali maka pertanyaan bertubi-tubi segera meluncur. Bukan tidak mungkin terjadi bila pasangan Anda langsung melabrak.

Penyebab Terjadinya Posesif
Posesif dilatarbelakangi sebuah ketakutan, kecemasan akan kehilangan orang terdekatnya atau karena pengalaman buruk masa lalu maupun latar belakang keluarga. Sikap ini bisa tumbuh dengan sendirinya karena pengalaman cinta masa lalu yang buruk akibat pernah diselingkuhi atau dikhianati pasangan.

Tidak Percaya Diri
Orang-orang yang posesif seringkali menyimpan perasaan tidak yakin akan diri sendiri, rendah diri, tidak percaya diri dan merasa susah untuk mendapatkan pasangan atau teman, sehingga ketika akhirnya dia mendapatkan pasangan, pacar atau teman, maka ia akan cenderung untuk melindunginya secara berlebihan.

Kelewat Sayang
Arti posesif sendiri adalah suatu perasaan ingin memiliki dan menguasai pasangan secara berlebihan, tingkat cemburu paling atas. Wujudnya bisa berupa mengancam pasangan dan melakukan tindak kekerasan, atau malah sebaliknya yaitu mengancam akan bunuh diri jika kemauannya tidak diikuti.

Dampak Posesif dalam Kehidupan dan Secara psikologis
Cemas; orang yang posesif sering merasa cemas apabila dia tidak merasa aman terhadap sesuatu yang dimilikinya atau kebutuhan akan rasa aman itu tidak ada. Rasa aman akan muncul bila seseorang mematuhi permintaannya tanpa ragu sebab ini membuktikan pengabdiannya yang total.

Takut; orang yang posesif menyimpan ketakutan yang besar. Mereka takut ditinggalkan, takut diabaikan, takut tidak berarti dalam hidupnya, dan takut kehilangan kendali atas kehidupannya. Daripada hidup dalam ketakutan dan kecemasan yang terus menerus, mereka mencoba mengatur kehidupan orang sebagaimana yang dia rencanakan.

Otoriter; orang posesif adalah orang yang beranggapan bahwa hanya dialah yang memiliki kewenangan terhadap pasangannya. Dia akan menjadi marah bila orang lain mencampuri urusannya, apalagi mencoba mengubah keputusannya.

Agresif; orang posesif sering berperilaku agresif terhadap pasangannya. Karena mereka merasa berkuasa atas pasangannya, sehingga mereka sering melakukan perilaku agresif yang menyakiti pasangannya untuk memastikan pasangannya tidak pergi dari mereka. Musuh utama mereka yang posesif adalah kemandirian. Mereka lebih suka mengidentikkan kemandirian dengan pemberontakan.

Bagi kita, orang yang tidak lagi mendengarkan dan menuruti kehendak mereka sama dengan pemberontak dan naluri alamiah mereka menghadapi pemberontakan adalah menumpasnya dengan segala cara. Namun jika mereka gagal menumpasnya, langkah penghabisan adalah membuangnya tanpa penyesalan sedikit pun.

Orang yang posesif adalah orang yang takut kehilangan orang yang dicintainya, sehingga dia rela melakukan apapun untuk membuat pasangannya selalu berada disampingnya, namun kasih dalam kadarnya yang tinggi cenderung berubah menjadi tali yang mengikat objek kasih. Orang yang posesif juga akan  membuatnya seseorang bergantung sepenuhnya kepada mereka, sehingga orang itu tidak mampu hidup tanpa mereka.

“Yang menjadi persoalan adalah sikap posesif yang ditujukan pada subyek non materi, situasinya menjadi semakin kompleks. Penyebabnya, subyek non materi seseorang yang bernyawa, punya kemauan dan punya kebutuhan yang sifatnya personal, sehingga subyek non materi tersebut akan bereaksi dan selalu berupaya memenuhi kebutuhan dan kemauannya sendiri pula,” ungkap Nursan Junita MA kepada MODUS ACEH.

Bagaimana Penyembuhan dan Menghadapi Orang Posesif? Yaitu:
  1. Mencari tahu terlebih dahulu sebab atau latar belakang mengapa pasangan menjadi posesif.
  2. Bersikap informatif terhadap pasangannya atau selalu berbagi cerita atau apapun agar pasangan tahu apa yang sedang terjadi.
  3. Jika posesif pasangannya semakin parah, maka pasangan harus berusaha meyakinkan pasangannya.
  4. Membangun kepercayaan pasangan terhadap diri anda melalui sikap dan perilaku.
  5. Menjalin komunikasi dengan pasangan untuk mencari pemecahan masalah dan mengungkapkan sisi positif dan negatif dari sikap posesif.
  6. Bersikap terbuka.


Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: