Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH - Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kompleks Pertokoan Lambhuk, Banda Aceh.close
MODUS ACEH MODUS ACEH

Minggu, 01 Agustus 2010 Jam 04:00
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 8 Tahun VII | Selasa, 9 Juni 2009 Jam 11:11

Jon Favreau: Sang Penulis Pidato Obama

Rizki Adhar/dbsSudah dibaca sebanyak 526 kali.

Saat maju sebagai kandidat Presiden AS. Tak ada satupun pidato Obama yang dilewatkan begitu saja oleh warga Amerika dan dunia. Pidatonya, bahkan berhasil mengalahkan pencarian tentang seks.

"TEMAN INDONESIAKU, KAMI SAMA DENGAN KALIAN SETIAP HARI KAMI MEMPERJUANGKAN APA YANG KAMI PERCAYA DAN MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI-HARI SAMA SEPERTI KALIAN SEMUA DAN KAMI MENEMUKAN RUMAH KAMI, AMERIKA PADA SAAT YANG BERSAMAAN, SAMA SEPERTI ANDA KAMI BERJUANG JUGA UNTUK ISLAM KARENA KAMI PERCAYA BEGINILAH CARA KAMI, HIDUP DISEBERANGI OLEH SAMUDRA DARI KALIAN”. (BARACK OBAMA).

Jarang sekali ada yang mengalahkan topik itu. Salah satu yang mengalahkan adalah kandidat capres Amerika Serikat, Barack Obama. Begitu berita yang dilansir news.com.au, Jumat (21/3/2008) lalu. Obama benar-benar menjadi bintang di internet setelah pidatonya mengenai ras menjadi topik hangat.

Lihat saja. Rekaman video pidatonya itu menjadi video paling populer di situs YouTube dan mendapat komentar paling banyak dalam sejarah di situs USA Today dan menjadi topik paling populer di situs teknologi terbesar digg.com.

Pidato itu dipuji bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di dunia. Koran Daily Telegraph Inggris menyebut pidato itu sebagai ‘rangkaian pertunjukan retorika kata-kata yang cerdas’ dan Obama disebut ‘mengenakan mantel Martin Luther King.’   

Pidato berdurasi 40 menit itu disampaikan di Philadelphia, menjawab komentar pedas pendeta Obama, Jeremiah Wright. Senator Illinois itu tidak hanya menceritakan pengalaman pribadinya, tapi juga bicara mengenai kesetaraan rasial di Amerika.

Lebih hebat lagi, Obama berpidato tanpa dibantu penulis pidato. Lars Thorwald menulis di The Daily Kos, menyatakan Obama adalah kandidat capres Amerika pertama yang berpidato tanpa penulis naskah pidato sejak 1969. “Ini memungkinkan kita akan memiliki seorang Presiden yang bukan hanya bicara dalam kalimat penuh dan lengkap, tapi juga akan melakukannya dengan mengesankan,” kata Thorwald ketika itu.

Yang menarik adalah, siapa sesungguhnya penulis pidato Obama? Dia adalah Jon Favreau. Usianya  baru berusia 27 tahun. Namun, Barack Obama mempercayakan penulisan pidato yang akan dibawakannya di upacara pelantikan, Selasa 20 Januari 2009, kepada Favreau. Maka, Favreau akan menjadi penulis pidato termuda dalam sejarah pelantikan presiden baru AS.

Seperti dikutip dari halaman Times Online, Senin 19 Januari 2009. Pria muda dan ganteng ini menghabiskan dua bulan terakhir, 16 jam sehari, untuk menyusun dan merangkai kata-kata pidato Obama.

Tempat kerjanya macam-macam, dari gerai kopi Starbucks di Penn Quarter hingga di kediamannya sendiri, apartemen yang tergolong baru karena belum berperabot di Dupont Circle.

Semakin mendekati hari H, dia tenggelam dalam kesibukan hingga pukul dua atau tiga dini hari, dengan bantuan kopi double espresso dan minuman energi Red Bull. Satu tim asisten mendampinginya, membantu menyediakan bahan materi seperti penelitian tentang momen-momen kunci krisis dalam sejarah Amerika Serikat, atau kumpulan pidato presiden-presiden sebelumnya.

Favreau yang akrab disapa “Favs” ini lahir pada 6 Juni 1981. Tahun 2003, dia menyelesaikan studi di College of the Holy Cross di Massachusetts. Saat upacara perpisahan, Favs didaulat untuk menyampaikan pidato perpisahan mewakili teman-temannya berkat predikat sebagai mahasiswa paling berprestasi yang disandangnya.

Tahun 2004, Favs bergabung dalam kampanye presiden untuk Senator John Kerry. Dalam Konvensi Partai Demokrat tahun 2004, di belakang panggung, dia bertemu dengan Obama. Di situlah dia memberikan saran pada Obama untuk menulis ulang pidatonya agar lebih “berirama” dan tidak tumpang tindih. Obama merasa takjub, sekaligus kagum.

Asisten komunikasi Obama, Robert Gibbs yang juga membantu kampanye Kerry, merekomendasikan Favs kepada Obama. Pada 2005, Favs mulai bekerja untuk Obama di kantor Senat presiden terpilih berkulit hitam pertama AS tersebut. Obama dan Favs menjadi sangat dekat, mereka bisa saling membaca pikiran masing-masing. Favs bergabung dengan tim kampanye Obama sebagai ketua tim perumus pidato, 2007 lalu.***


Baca berita selanjutnya: