Edisi 35 Tahun V | Rabu, 2 Januari 2008 Jam 12:40
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
RedaksiSudah dibaca sebanyak 1911 kali.
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka akan lebih hina dari binatang. Oleh sebab itu, jika nafsu sedang memuncak maka langkah yang terbaik adalah berpuasa atau berolahraga, kalau hal ini tidak dilakukan maka akan merusak keimanan. Seperti kisah yang diceritakan Malik (samaran) kepada Hamdani dari Tabloid Modus Aceh tentang tragedi rumah yang menimpa dirinya akibat nafsu berlebihan yang dilakonkan adik sepupu dan istrinya sendiri.
Aku adalah seorang suami yang sangat menyayangi istri, sangking sayangnya kepada istri, aku memberikan kebebasan yang berlebih terhadap istriku tersebut. Tapi, ternyata kasih sayangku yang berlebihan ini dimanfaatkan Ida (sebut saja demikian) tidak dengan sebaikbaiknya, dan akhirnya menjadi bomerang buat rumah tanggaku yang telah kurintis sejak lima tahun yang lalu.
Saat melangkah ke pelaminan, usiaku memang sudah tidak terbilang muda, saat itu usiaku 35 tahun, sedangkan istriku masih sangat muda, usianya baru 18 tahun. Usia yang masih rentan terhadap segala godaan dunia yang penuh kamuflase. Karena saat kupinang, dia baru saja menamatkan bangku sekolah menengahnya.
Ida mempunyai wajah yang cantik dan tubuh aduhai kata orang. Banyak pemuda di desanya yang naksir pada Ida. Tahu potensinya yang sangat memikat tersebut, Ida sering memanfaatkan keluguan pemuda-pemuda di desanya itu untuk menguras isi kantong mereka. Dan aku adalah salah seorang
korbannya juga. Tapi menyadari modal sudah terlalu banyak keluar dan pada dasarnya akupun memang cinta mati sama Ida, maka aku berniat mengawini dia.
Baca berita selanjutnya: |
Baca berita sebelumnya: |