Akibat belum selesainya kemelut permasalahan tender itu, sampai sekarang pengadaan peralatan kesehatan belum dapat dilaksanakan. Sementara pihak Rumah Sakit sudah sangat membutuhkannya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.
Bukan hanya itu, ekses dari perselisihan dua kubu yang saling berkepentingan tadi, dikabarkan dua orang anggota panitia tender sudah mengajukan pengunduran diri.
Ketua Forum Koalisi Masyarakat Aceh Reformasi (F KAMAR), Abdul Manan Isda, mengecam keras pihakpihak yang mengusung kepentingan pribadi dalam proses tender pengadaan palatan kesehatan di RSUD. dr. Fauziah Bireuen. Menurut dia, tender pengadaan peralatan kesehatan bernilai Rp 2,3 milar lebih itu hingga kini belum terlaksana. Semua itu, akibat perbedaan pendapat antara panitia lelang dan pimpinan RSU. Padahal, sebutnya, paket proyek lainnya di sana sudah diumumkan sejak dua bulan lalu. Namun untuk pengadaan paket peralatan kesehatan belum ada kejelasan sampai kini. Abdul Manan meminta pihak eksekutif maupun legislatif, segera menyikapi masalah tersebut.
“Persoalan ini tidak masuk akal dan patut diselesaikan secara tegas agar tidak berlarut-larut. Kami menghendaki semua pihak dapat berpedoman kepada Keppres No. 80 tahun 2003, jika tidak maka keserakahan dapat menghancurkan wibawa pemerintahan,” sebutnya dengan nada tinggi.