Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH - Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kompleks Pertokoan Lambhuk, Banda Aceh.close
MODUS ACEH MODUS ACEH

Minggu, 01 Agustus 2010 Jam 03:51
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 31 Tahun VII | Rabu, 25 Nopember 2009 Jam 11:59

Minggir, Motor Gede Mau Lewat!

Saniah LSSudah dibaca sebanyak 417 kali.

Produsen sepeda motor; Ducati, Kawasati, Yamaha, Honda, Suzuki, Bajaj, dan TVS berlomba mengeluarkan produk sepeda motor ber-cc tinggi, dari 180 hingga 250 CC. Dari 4 tak hingga 2 tak. Sebab motor gede ranahnya sudah menjamah lifestyle, tidak lagi sekedar melesat di sirkuit balapan…

“Brumm…brumm..”, sepeda motor berwarna merah 200 CC itu melesat dengan kecepatan 70 km per jam di jalan raya Banda Aceh-Medan. Ia ditunggangi pria berperawakan selaki-lakinya lelaki yang lengkap mengenakan astribut motor; helm, jaket kulit, kacamata hitam, sarung tangan, dan sepatu bot. Lelaki itu sangat gagah terlihat dengan motor gede yang dikendarainya.

Gagah. Begitulah pendapat sebagian lelaki di Kota Banda Aceh yang ditemui media ini, pekan lalu, di jalan raya dan ditempat kongkow. Dari bodi dan desain moge seolah menampakkan motor ini miliknya para lelaki. Namun tidak sedikit kaum hawa yang berpenampilan tomboy (kelaki-lakian) juga mengemari moge tersebut, itu karena selain desain bodi, dapur pacu, moge memberi ke-nyaman-an tersendiri saat melesat dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang berjalur lurus.

Supriadi, pria berusia 23 tahun yang sejak SD sudah senang dengan motor gede mengatakan kepada MODUS ACEH, Selasa, 17 November 2009, ia sering mengkliping gambar-gambar moge yang ia dapatkan dari koran maupun majalah automotif pada buku tulis yang selalu ia bawa ke sekolah. Hingga akhirnya impiannya itu pun untuk memiliki moge terwujud pada 2007 lalu. Seorang paman menghadiahkan untuknya. “Paman memberikan Tigernya itu pada saya kemudian saya memodif bodinya sehingga menjadi motor sport seperti sekarang ini,” ujar pria kelahiran Sigli, 19 Desember 1985 sambil jongkok memperhatikan motor kesayangannya itu.

Lelaki berkulit hitam manis dan jangkung ini mengaku, sekarang ini sudah Rp 9 juta uang ia keluarkan untuk memodif motor impiannya itu yang distikernya bertuliskan Ducati. “Ketika mengendarainya saya merasa gagah saja. Apalagi jika saya bisa melesat dengan kecepatan tinggi di jalan raya pada jalur lurus,” akunya lagi. Masih kata Supriadi, harga ban belakang moge kesayangannya yang berwarna merah dengan list sticker putih itu dibelinya Rp 2 juta. “Saya masih punya keinginan untuk melengkapi aksesoris lainnya.”

Setiap pria yang ditemui media ini yang memiliki motor gede, selalu saja menyimpan foto moge kesayangan mereka di handphone. Dengan bangga pria ini pun menunjukan foto moge mereka kepada wartawan media ini. Seorang  Sales Advisor Motor Sport Bajaj di Banda Aceh, Muhammad Jamil mengaku kalau di show roomnya untuk motor sport ber-cc 180 dan 200 sangat digemari saat ini. Menurut pengakuannya, moge 200 CC kini stock-nya di showroom-nya tinggal satu unit. “Pengemar motor gede di Banda Aceh umumnya selalu mengincar moge dengan cc lebih tinggi. Seperti di showroom Bajaj kami ini, mulai dari anak SMA hingga karyawan pemerintahan yang mereka incar moge dengan cc yang lebih tinggi,” papar Muhammad Jamil, Kamis, 19 November 2009 di Jalan T. Nyak Makam, Banda Aceh.

Masih dari keterangan Sales Advisor Bajaj Banda Aceh ini lagi, kalau kehadiran Bajaj selama dua bulan di Banda Aceh telah menjual motor sport  dari India ini sebanyak 50 unit dan semua ber-cc tinggi. “Untuk harga umumnya, para pria Aceh selalu mencari harga tertinggi dari motor itu, selain melihat desain bodi, dapur pacu, teknologi yang diadaptasi, juga melihat apakah motor sport itu juga hemat BBM (Bahan Bakar Minyak). Sementara untuk warna tetap hitam, merah, dan biru yang paling digemari,” ungkap Muhammad Jamil kepada MODUS ACEH.

Tingginya minat pemakai moge di Aceh, sehingga daerah yang dikenal dengan ‘surga touring’ ini dibanjiri berbagai produk motor sport ber-cc tinggi  yang membentuk komunitas mereka dalam berbagai wadah antaranya Komunitas Honda-Tiger Indonesia (KHTI), Bajaj Aceh Komuniti, dan Yamaha Vixion Club Indonesia (YVI).

Seperti KHTI di Aceh, dari penuturan Supriadi yang ikut bergabung di dalamnya, setiap malam Minggu dan Jumat sore para bikers yang bergabung dalam KHTI berkumpul di depan Masjid Raya dan Taman Sari. “Biasanya selain kita touring bareng, kita juga suka sharing tetang modifikasi dan bagaimana perawatan yang baik kita lakukan,” kata Supriadi yang merupakan seorang tentara ini.***

Serba-serbi Tips Perawatan
1) Tips isi BBM;
- Isi bensin atau pertamax pada waktu pagi hari sebab pagi hari temperatur tanah dingin sehingga bahan bakal masih dalam keadaan kental tidak mengembang.
- Isi lah bahan bakar saat tangki masih berisi setengah, karena semakin BBM di tangki kendaraan penuh semakin sedikit udara yang berada ditangki sehingga bensi tidak menguap lebih cepat.
- Jangan isi bensin di tempat tangki pengisian yang khusus untuk truk, sebab bensin akan bercampur saat dipompakan ke truck sehingga bahan bakar tersebut tercampur kotoran dari truck tersebut dan masuk ke dalam tangki sepeda motor Anda. Maka itu jangan kaget kenapa SPBU mengasingkan antara tengsi pengisian untuk truck atau mobil dengan sepeda motor.     
2) Tips biar kaca lampu sepeda motor tetap kinclong;
- Bersihin kaca lampu depan, belakang, dan atau kaca spion dari debu dengan menggunakan kain lap halus.
- Sesudah bersih poles wax yang non abrasive sedikit pada kaca lampu depan, belakang, dan atau kaca spion, kemudian ratakan dengan tangan.
- Kemudian lap dengan arah memutar seiring arah jarum jam hingga bersih. Ingat jangan tunggu sampai wax mengering karena susah untuk dibersihkan jika sudah kering.
3) Tips melumasi rantai roda;
- Oles rantai dengan oli sebaiknya seminggu sekali dan hanya dibagian luar saja.
- Untuk membuat gemuk bisa masuk ke dalam rol rantai maka rebus lah gemuk tersebut hingga 100 derajat celcius sampai cair. Kemudian rendam rantai ke dalam gemuk yang cair tersebut selama 10 menit sehingga cairan gemuk meresap di semua celah rantai. Setelah direndam sepuluh menit angkat rantai lalu keringkan dan setelah benar-benar kering baru dipasang dengan rol penuh gemuk.
4) Tips mendeteksi Speleng Cakram;
- Gunakan spidol coretlah secara vertikal garis setengah keliling cakram, garis digaris dengan rapat. Kemudian putarlah ban dengan tangan, biarkan ban berhenti sendiri, dan lihat kondisi garis. Jika putaran cakram normal, coretan garis tersebut terhapus disebabkan terkena gesekan kampas rem. Namun bila masih ada garis yang tebal terlihat maka cakram tidak normal posisinya. Setelah diketahui tidak normal maka carilah penyebab kenapa cakram speleng, bisa karena baut cakram atau kalipernya yang bermasalah. (Info tips dari berbagai sumber)


Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: