Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH - Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kompleks Pertokoan Lambhuk, Banda Aceh.close
MODUS ACEH MODUS ACEH

Minggu, 01 Agustus 2010 Jam 03:57
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

MODUS ACEH » Terkini
Senin, 7 Desember 2009 Jam 12:15

Tatib DPRA Ditolak Mendagri

DDSudah dibaca sebanyak 354 kali.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat (Masperak) mengelar aksi demonstrasi di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), pagi tadi sekitar pukul 10.30 wib. Mereka menuntut DPRA agar mengesampingkan kepentingan politik dan partai, sehingga bisa berbuat maksimal untuk kesejahteaan rakyat.

Selama hampir satu jam, para mahasiswa melakukan orasi secara bergatian. Koordinator Lapangan (korlap) Aksi, Syamsuddin, dalam orasinya mengatakan, sejak dilantik 30 Desember lalu, anggota legislatif periode 2009-2014 ini belum menunjukkan eksistensinya sebagai wakil rakyat. “Mereka (Anggota DPRA-red) selama ini hanya makan gaji buta,” teriak Syamsuddin. Pernyataan serupa juga dilontarkan secara bergiliran oleh orator-orator Masperak lainnya.

Aksi ini dilakukan para mahasiswa menyusul tak kunjung disetujuinya Tata Tertib (Tatib) DPRA oleh mendagri. Akibatnya, jelas mempengaruhi kinerja dewan ke depan. Menurut Syamsuddin, ada banyak agenda dewan, seperti pembahasan RAPBA 2010, terbengkalai akibat tak kunjung ditandatanganinya tatib dewan tersebut. “Ujung-ujungnya masyarakat juga yang dirugikan,” katanya.

Berlarut-larutnya persoalan tatib dewan ini, menurut Masperak, karena para anggota dewan lebih mementingkan jabatan dari pada memikirkan kesejahteraan rakyat. Perebutan kursi wakil pimpinnan DPRA antara Partai Aceh (PA) dan Partai Amanat Nasional (PAN), dinilai mereka, adalah penyebab utama tak kunjung ditandatanganinya tatib dewan hingga saat ini. “Bagi kami, tak masalah siapapun pimpinannya, yang terpenting kami meminta kepada DPRA agar mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kursi jabatan,” kata mereka.

Ketua Sementara DPRA, Hasbi Abdullah, sekitar pukul 12.00 Wib akhirnya turun menemui para demonstran. Kepada para mahasiswa, Hasbi berjanji akan menampung aspirasi mereka. “Bersama eksekutif, kami akan ke Jakarta untuk bertemu mendagri membicarakan hal ini,”katanya.

Tatib DPRA Mental
Sementara itu, dikabarkan, depdagri sudah menyurati Gubernur Aceh dan menyatakan menolak menandatangani Tatib DPRA. Dalam suratnya, mendagri meminta agar tatib, khususnya poin yang menyangkut tata cara pemilihan pimpinan DPRA, dikaji ulang.

Anggota DPRA dari Partai Aceh, Nasruddin mengatakan, pagi tadi, Fraksi Partai Aceh sudah melakukan rapat internal ikhwal emohnya mendagri menandatangani tatib dewan tersebut. Menurut Nasurddin, secara umum, tatib sudah sesuai dengan aturan-aturan hukum yang ada. Satu poin yang membuat mendagri menolak untuk menandatangani adalah tentang pimpinan dewan. “Tapi kita tetap fight,” katanya berseloro kepada sejumlah wartawan.***