Tarikh Nanggroe, Edisi 20 Tahun VII | Jum'at, 4 September 2009 Jam 03:11
Teuku Tjhik Muhammad Djohan Alamsjah (Bagian III)
DILARANG SEKOLAH DI AKADEMI MILITER BELANDA
Sudah dibaca sebanyak 441 kali.
Setelah resmi menjadi zelfbestuur Peusangan, Teuku Tjhik Peusangan memantapkan hati untuk tetap menghadapi Belanda dengan cara diplomatis. Sungguh pahit rasanya berada sebagai orang yang terpojokkan dalam berhadapan dengan kekuasaan Belanda.
Walaupun demikian,.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 19 Tahun VII | Kamis, 27 Agustus 2009 Jam 01:02
Teuku Tjhik Muhammad Djohan Alamsjah (Bagian II)
Zelfbestuurder Van Peusangan
Sudah dibaca sebanyak 424 kali.
Selain mengurus Nanggroe Peusangan bersama sang paman, Teuku Tjhik Muhammad Djohan Alamsjah juga harus menghidupi dirinya sendiri. Orang-orang pun lantas bertanya, bagaimana ia menafkahi hidupnya?
Ternyata tak ada perlakuan istimewa bagi penguasa Nanggroe Peusangan itu......
Tarikh Nanggroe, Edisi 18 Tahun VII | Kamis, 20 Agustus 2009 Jam 02:15
Bagian I
Teuku Tjhik Muhammad Djohan Alamsjah (Ampon Tjhik Peusangan)
Sudah dibaca sebanyak 411 kali.
Dalam masa berkecamuknya perang antara Kerajaan Aceh melawan Belanda (1873-1942), lahirlah seorang bayi sehat dan rupawan. Bayi ini dilahirkan pada tanggal 25 Juni 1890 di desa Pulo Iboh, di tepi kota Matang Glumpang Dua.
Ibunya, Potjut Unggaih, seorang putri.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 7 Tahun VII | Selasa, 2 Juni 2009 Jam 11:32
Cut Nyak Manyak Keumala Putrie (Cut Djariah Azwar)
Sudah dibaca sebanyak 665 kali.

Cut Nyak Manyak Keumala Putri atau Cut Jariah Azwar lahir di Kutaraja (Banda Aceh) pada tanggal 5 Mei 1926. Ayahnya bernama Teuku Ali Basjah, seorang Oeleebalang (kepala pemerintah otonom), Pekan Bada, Aceh Besar sedangkan ibunya bernama Cut Nyak Zainab atau Cut Nyak.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 6 Tahun VII | Rabu, 27 Mei 2009 Jam 12:20
Pocut Meuligo
Sudah dibaca sebanyak 472 kali.

Paling tidak sejak lima ratus tahun lalu, menjadi pemimpin bukan hal baru bagi perempuan Aceh. Pada saat Belanda hendak memasuki Samalanga, seorang pemimpin wanita pewaris kerajaan Samalanga bernama Pocut Meuligo yang masih remaja belia telah berhasil mempertahankan wilayahnya......
Tarikh Nanggroe, Edisi 5 Tahun VII | Selasa, 19 Mei 2009 Jam 12:42
Pocut Meurah Intan
Sudah dibaca sebanyak 457 kali.

Ada satu lagi perempuan pejuang dan Aceh yang gagah berani menentang Belanda. Dia adalah Pocut Meurah Intan yang juga dikenal dengan sebutan Pocut Biheue. Sebutan ini diberikan kepadanya karena ia lahir di Biheue dan ayahnya berasal dan daerah ini.
Ayahnya Pocut Meurah Intan.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 4 Tahun VII | Sabtu, 16 Mei 2009 Jam 03:53
Pocut Baren
Sudah dibaca sebanyak 406 kali.

Wanita pejuang yang gigih mempertahankan harkat dan martabat Aceh ini dilahirkan pada tahun 1880. Pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh daripohonnya dan itu berlaku bagi Pocut Baren. Ayahnya adalah Teuku Keujrung Cut Ahmad, seorang uleebalang terkenal di Tungkop yang tewas.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 3 Tahun VII | Kamis, 7 Mei 2009 Jam 12:57
Tengku Fakinah
Sudah dibaca sebanyak 512 kali.
Ketika membaca profil Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia rasanya tidak lengkap bila kita tidak membaca profil Tengku Fakinah. Tetapi siapa sebenarnya Tengku Fakinah ini. Bila dilihat dan gelarnya Tengku. tentunya kita bisa menebak bahwa ia adalah tokoh agama. Memang ia adalah.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 2 Tahun VII | Senin, 4 Mei 2009 Jam 01:45
Cut Nyak Meutia
Sudah dibaca sebanyak 795 kali.

Cut Nyak Meutia bukan nama asing bagi rakyat Indonesia dan tidak dapat dikesampingkan di antara nama-nama pejuang yang menentang penjajahan Belanda di tanah air. Wanita pejuang ini lahir di daerah Keureutoe, Pasai, pada tahun 1870 atau tiga tahun sebelum kedatangan penjajah.....
Tarikh Nanggroe, Edisi 1 Tahun VII | Selasa, 28 April 2009 Jam 01:50
Cut Nyak Dien
Sudah dibaca sebanyak 565 kali.

Di antara sekian banyak pejuang Indonesia yang menentang penjajahan Belanda, ada seorang nama pahlawan wanita yang gagah berani, dia adalah Cut Nyak Dien. Namanya terukir dengan tinta emas di sanubari rakyat Indonesia sebagai pahlawan wanita dari Aceh.
Ayahnya bernama Teuku.....