Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Haba Ulee Kareng

RSS Feed

Mastermind

Minggu, 1 minggu yang lalu, jam 01:35:55 WIB

JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali bersimbah darah. Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muhammad bin Zainal Abidin (33) alias Cek Gu, tewas mengenaskan. Selain ditembak, juga ditusuk dengan senjata tajam di bagian dada serta leher.Ada dugaan, Cek Gu lebih dulu dihadang sekelompok orang, kemudian di tembak dan ditusuk, baru kemudian diceburkan dalam sungai bersama mobil yang dia tumpangi. Innalillahi wainna ilaihi rajiun!  Selamat Jalan Sahabat,...

Di Tapal Batas

Rabu, 28 Desember 2011 jam 12:55:56 WIB

ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita diajukan untuk mendapatkan indikator keberhasilan pembinaan olahraga di Aceh. Ini  terkait sukses story PERSIRAJA Banda Aceh pada musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010-2011 yang berakhir, Rabu, 25 Mei 2011 silam di Stadion Manahan, Solo.Setelah lama stagnan dan terdegrasi dari posisi puncak klasmen Divisi Utama Liga Indonesia. Hasil musim kompetisi 2010-2011 lalu, seakan melahirkan kembali spirit juara...

Suci Hati Bersih Jiwa

Rabu, 24 Agustus 2011 jam 14:43:00 WIB

BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita dihadapkan dengan pemberitaan kasus dugaan suap. Kisahnya, tentu tak bergerak jauh dari perilaku partai politik. Kali ini, salah seorang bakal calon (balon) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Rafli Zar, SE mengaku, ada menyerahkan dana ratusan juta rupiah kepada elit Partai Golkar setempat. Dana tersebut sebagai “pelicin” alias mahar agar dirinya diusung sebagai bakal calon (balon)  Bupati Abdya, dalam...

Lakon Pemimpin

Rabu, 04 Mei 2011 jam 14:37:00 WIB

ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil Walikota Suady Yahya—bahkan sebelum mutasi beberapa kepala dinas—memberi sinyal bahwa kebijakan itu bukanlah pokok penyebab perseteruan.Bila dirunut ke belakang, lakon dua pemimpin ini sudah “terendus” mulai tahun kedua mereka memimpin Kota Lhokseumawe. Asumsi ini juga pantas ditautkan untuk beberapa Bupati dan Wakil Bupati lain di Aceh. Sehingga, boleh dibilang, urusan mutasi dan...

Millata Abraham

Rabu, 13 April 2011 jam 11:52:00 WIB

KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang tua saya dengan terus menerus bertanya “mengapa”. Mengapa saya tidak boleh keluar untuk bermain? Karena akan hujan. Mengapa akan hujan? Karena pengamat cuaca berkata demikian. Mengapa dia berkata demikian? Karena ada badai bertiup dari Perancis. Mengapa ada.....? Dan seterusnya.              Pertanyaan-pernyataan memburu seperti ini biasa...

Boikot Media!

Rabu, 13 April 2011 jam 11:39:00 WIB

 Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang dilontarkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam hingga kini terus menuai kritik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqqie menilai, pernyataan ini sebagai kekerasan kata. "Itu gambaran dari hasrat pribadi untuk mengekspresikan diri yang mungkin tidak bijaksana, sehingga yang muncul kekerasan kata-kata," begitu kata Jimly di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 23...

KETEGANGAN SEPUTAR BENDERA, SEMOGA BUKAN JALAN KONFLIK BARU
Edisi
4
KETEGANGAN SEPUTAR BENDERA, SEMOGA BUKAN JALAN KONFLIK BARU
MEI XI






Edisi
50
Tahun
VIII
Rabu, 13 April 2011 jam 11:52:00 WIB
 

KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang tua saya dengan terus menerus bertanya “mengapa”. Mengapa saya tidak boleh keluar untuk bermain? Karena akan hujan. Mengapa akan hujan? Karena pengamat cuaca berkata demikian. Mengapa dia berkata demikian? Karena ada badai bertiup dari Perancis. Mengapa ada.....? Dan seterusnya.

 

            Pertanyaan-pernyataan memburu seperti ini biasa berakhir dengan jabawaban “Karena Tuhan membuatnya dengan cara demikian, dan itulah adanya!” yang tanpa dasar.

            Itulah penggalan kalimat pengantar Paul Davies dalam bukunya: Membaca Pikiran TUHAN. Buku dengan judul asli: The Mind Of God itu, kembali saya lirik, terkait desas-desus dugaan aliran sesat Millata Abraham yang kini marak di Aceh.

            Sejujurnya, saya tak paham secara utuh tentang ajaran atau aliran Millata Abraham. Sebab, selain tak punya dasar hukum dan pemahaman Islam yang kuat, saya pun bukan murid atau pengikut aliran tersebut. Begitupun, dari narasi wawancara media ini dengan Zainuddin, Sang Imam Millata Abraham Aceh, saya dapat menduga-duga. Sang Imam Millata Abraham ini, telah memasukkan unsur rasio dan kepercayaan (logika) dalam menafsirkan nilai-nilai Islam.

            PAUL DAVIES yang juga penulis buku: God and The New Physics and The Cosmic Blueprint berpendapat. Manusia seluruhnya memiliki berbagai jenis kepercayaan. Tapi, bagaimana cara mereka sampai kepada kepercayaan itu, tentu saja sangat bervariasi. Bayangkan, dari argumen yang dinalarkan sampai kepada keimanan buta.

            Masih menurut PAUL. Sebagian kepercayaan sesungguhnya didasarkan pada pengalaman personal seseorang, selain pada pendidikan dan indoktrinasi. Banyak kepercayaan yang tak diragukan, merupakan bawaan. Misal, kita dilahirkan bersama kepercayaan itu sebagai akibat dari faktor-faktor evolusioner. Beberapa kepercayaan yang kita rasakan justeru dapat kita temukan landasan pembenarannya, sementara yang lain kita anut karena menyangkut “perasaan-perasaan mendasar”.

            Nah, karena alasan inikah, kemudian ajaran Millata Abraham serta aliran atau ajaran lain di Aceh dikatakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan Pemerintah Aceh? Sekali lagi, saya tak cukup ilmu untuk memvonisnya. Yang saya ketahui adalah, fenomena aliran sesat dengan mengatasnamakan Islam memang semakin membuat rakyat Aceh gerah dan resah, apalagi aliran sesat yang bermunculan semakin berkembang dan subur di negeri bertajuk: Syariat Islam Kaffah.

Berbagai aliran sesat muncul dengan segudang fenomena. Itu sebabnya, aliran ini tumbuh dan berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh. Tidak hanya aliran sesat yang beranggotakan banyak pengikut seperti Ahmadiyah. Ada  aliran sesat yang beranggotakan hanya beberapa orang, tapi ikut tumbuh subur. Bak jamur di musim hujan, aliran-aliran sesat berkembang sejak kran reformasi dibuka. Maka penyesatan demi penyesatan menghinggapi umat Islam di negeri ini dan Aceh.

Sebagian ajarannya menjadikan para pemeluknya keluar dari Islam dan itu sebabnya, menurut pemahaman saya, munculnya fenomena aliran sesat tadi, tidak terlepas dari persoalan psikologis dan sosial politik  serta budaya yang ada di negeri ini, tak kecuali Aceh. Akibatnya, perkembangan aliran sesat semakin mendapat tempat.

PAUL DAVIES menyebutnya, problem aliran sesat mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat. Sebab, aliran sesat bukan fenomena baru. Tapi telah ada sejak berabab-abad silam. Itu terjadi, karena adanya deviasi sosial atau selalu ada komunitas yang abnormal. Baik yang berada dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial, maupun abnormalitas psikologis. Sedangkan bentuk deviasi itu sendiri dapat bersifat individual, situasional dan sistemik.

Abnormalitas perilaku seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satu kriteria, karena bisa jadi seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadian tetapi abnormal dalam pengertian sosial dan moral. Demikian juga dengan para penganut aliran sesat, akan diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satu alasan untuk menyatakan sebuah kesesatan adalah defenisi atau batasan ketidaksesatan yang bersifat formal.

Nah, dari latar belakang tersebut, kemudian ditemukan masalah pokok. Misalnya, apa sebab munculnya aliran sesat di Aceh? Bagaimana perkembangan aliran sesat di Indonesia?  Mengapa aliran sesat bekembang begitu pesat di Indonesia? Apa saja jenis aliran – aliran sesat yang muncul? Bagaimana respons umat Islam? Dan, bagaimana pula peran pemerintah?

            Banyak hal yang menyebabkan berbagai aliran ini muncul. Baik dari sang pemimpin ataupun keadaan masyarakat dan struktur pemerintahan serta keadaan sosial politik yang labil. Apalagi di era demokrasi saat ini, setiap orang bebas menyerukan hak dan keinginannya, karena memang dilindungi Undang-Undang. Karena itu, tidaklah salah jika ada orang yang menyalahgunakan momentum ini.

Lahirnya paham sesat juga karena minimnya tingkat kepercayaan diri seseorang tentang kolerasi yang dimiliki dalam menentukan tindakan. Dengan kata lain, munculnya aliran sesat dikarenakan kurangnya rasa percaya diri seseorang terhadap nilai-nilai kebenaran yang diyakini dan anut. Padahal, Islam menganjarkan tentang akidah yang benar, tetapi pada tindakannya pemahaman seseorang terhadap Islam sehingga memunculkan aliran-aliran yang bertentangan dengan Islam itu sendiri.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Sekali lagi, menurut pendapat pribadi saya, karena kebanyakan dari kita hanya memahami sesuatu yang tersirat bukan yang tersurat sehingga pemahaman yang kita peroleh tidak benar dan utuh. Pada ranah yang lain, aliran sesat bisa muncul karena seseorang menginginkan kepopuleran sehingga terjadi penyelewengan ajaran.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab lahirnya berbagai aliran yang dikategorikan sesat. Misalnya, akibat kelainan jiwa karena stres. Kondisi ini muncul, disebabkan pencarian sesuatu tanpa ilmu dan bimbingan dari guru, sehingga mereka tidak memiliki pegangan yang jelas dalam melihat sesuatu kebenaran apakah datangnya dari Allah atau dari jin dan setan.

Kedua, pengaruh materi, hal ini sangat mungkin karena faktor ekonomi. Demi mempertahankan hidup, seseorang yang ilmu agamanya tidak memadai sangat rentan mengikuti aliran sesat, apalagi diiming-iming dengan berbagai kekayaan.

Ketiga, intervensi asing. Hal ini sangat jelas terlihat dari bantuan-bantuan yang dikucurkan asing untuk LSM di Indonesia dan Aceh, sehingga mereka bisa menyewa kantor, mendirikan ratusan pemancar radio, majalah, dan mencetak buku-buku. Pihak asing memiliki kekhawatiran munculnya khilafah Islamiyah.

Keempat puberitas keagamaan, yaitu semangat keberagamaan yang berlebihan. Biasanya orang tersebut dalam proses pencarian jati dirinya. Kelima, muatan berpikir seseorang tentang Islam yang minim sehingga mengklaim bahwa ajaran Islam tidak benar.

Keenam, ketertarikan pada paham baru. Biasanya sering muncul di kalangan sarjana-sarjana Islam. Terutama paham liberalisme yang sudah ada di 17 kampus di Indonesia. Ketujuh, kejahilan terhadap agama. Biasanya orang-orang yang mengaku Islam, tapi tidak pernah mendapat pendidikan dan bimbingan agama dari keluarganya sehingga tidak mengetahui masalah agama.

Dari beberapa faktor tadi, saya dapat menarik benang merah bawah, pada dasarnya terdapat hal-hal yang lebih mendasar sehingga aliran sesat yang ada di Indonesia dan Aceh, bermunculan bak jamur di musim hujan, yaitu keadaan masyarakat yang tidak memadai baik dalam hal ekonomi atau lainya sehingga mendorong seseorang untuk memproklamasikan diri sebagai pemimpin ajaran baru, guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan popularitasnya.

Bentuk lain, bisa jadi karena faktor sosial politik yang memungkinkan adanya suatu mindsystem yang dilakukan pihak luar untuk kepentingan politik maupun kepentingan lainnya. Hanya saja, saat ini hal tersebut belum tampak kepermukaan sehingga masih sangat dini untuk dapat dibuktikan.

Dalam pandangan Islam penyesatan ini harus dihentikan dan tak ada pilihan lain. Tidak bisa dengan alasan toleransi atas nama kebebasan berkeyakinan, aliran sesat kemudian kita dibiarkan atau malah dilindungi. Karena itu, pemerintah atau aparat penegak hukum harus menuntaskan keberadaan kelompok aliran sesat ini. Sebab, keberadaan mereka jelas telah meresahkan umat Islam dan membawa nama-nama Islam dengan tujuan untuk menyesatkan akidah umat Islam.

Andai saja tidak membawa nama Islam, mungkin tidak masalah. Tapi perkembangan aliran sesat di Indonesia menunjukkan bukti, hampir semua aliran sesat ini berkonotasi Islam. Karena itu dapat dipastikan, kelompok aliran sesat, apapun namanya, bertujuan untuk merusak Islam.

Sejak tahun 1997, muncul aliran-aliran keagamaan yang dipandang menyimpang dari Islam. Dan sejak berakhirnya kekuasaan Orde Baru, kebebasan menyatakan pendapat muncul di mana-mana. Kegembiraan di bidang politik memunculkan kebebasan menyatakan pendapat dan beragama dengan dalih dilindungi Undang-Undang Dasar, khususnya Pasal 29. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan berbagai pihak, terutama para ulama dan cendikiawan muslim.

Lalu bagaimana sebuah ajaran atau aliran dapat dikategorikan sesat? Menurut pendapat pribadi saya adalah, sesat apabila yang diajarkan itu telah menyimpang dari aturan baku ajaran agama.  Misal, ketika ada orang yang mengaku inovasi Islam dan ia menyatakan shalat lima waktu itu tidak wajib, atau boleh dilakukan tidak dengan bahasa Arab, tidak percaya dengan wajibnya shalat lima waktu, atau tidak percaya pada As-Sunah (Hadis) sebagai salah satu sumber hukum Islam. Maka, dia dapat disebut sesat.

Begitu pula ketika ada orang yang mengaku Islam tapi percaya adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, maka ini juga bisa dikatakan sebagai aliran sesat. Termasuk ajaran-ajaran lain yang telah menyimpang dari aturan Islam yang baku (Qat’i). Sebaliknya, munculnya banyak aliran sesat di Aceh akhir-akhir ini, harus mampu menggugah para ulama, ustadz dan teungku di Aceh, untuk membentengi akidah umat. Sebab, bagaimanapun juga harus diakui, kenapa ada umat Islam yang tersesat secara akidah, terutama di Aceh. padahal, daerah ini dikenal sebagai Serambi Mekkah?. Ini pula yang harus menjadi bahan introspeksi.

Sudah saatnya, juru dakwah melihat apa yang salah dengan dakwahnya selama ini. Jangan-jangan dakwah dampaknya tidak menyentuh masalah yang prinsip yaitu akidah sehingga umat mudah dijerumuskan dan disesatkan. Sebab kalau kita lihat dari fakta di lapangan, orang yang disesatkan ternyata bukanlah figur yang begitu awam, tapi justru orang yang sudah tertarik kepada Islam. Mereka justru sedang ada di masjid, sedang melakukan aktifias dakwah. Itu artinya, mereka memanfaatkan orang-orang yang sudah tertarik pada Islam. Jika asumsi ini benar, maka dakwah kita belum tepat. Kenapa orang yang tertarik pada Islam malah terseret pada aliran sesat? Bisa jadi, Muhasabah dakwah yang kita lakukan selama ini perlu kita tingkatkan dan lakukan terus.

Ada berbagai langkah untuk manghadapi maraknya aliran sesat di Aceh. Misalnya, mengenal agama lebih mendalam serta memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat. Tujuannya,  agar tidak terjadi lagi pemahaman yang keliru terhadap agama Islam. Dan, demi meminimalisir munculnya aliran sesat berikutnya. Mari lakukan pemberdayaan ekonomi secara benar, cerdas dan strategis. Semoga.***

Muhammad Saleh
Komentar ditutup.

FAKTA BARU EKSEKUSI CEK GU
Edisi
3
FAKTA BARU EKSEKUSI CEK GU
MEI XI

Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?




Berita Tabloid

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca

  • Millata Abraham

    KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...

  • Mastermind

    JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...

  • Oh Luna, Duhai Cut Tari

    ANDAI saja tak ada piala dunia, pemberitaan (dugaan) video...

  • Darut Canggang

    Syahdan, Jumat sore pekan lalu, seorang rekan, sebut saja...

  • Syamsul Bahri

    Ada seratus atau bahkan seribu nama Syamsul Bahri di dunia...

  • P K A

    Pekan Kebudayaan Aceh (PKA-5), akhirnya datang lagi, kata...



<Jumat, 24 Mei 2013 Jam 13:18
Sedang diakses oleh 87 orang. Hari ini 504 orang. IP Address Anda 54.235.20.17. Anda pengunjung ke 675833.