

Kepada MODUS ACEH, Selasa (10/1), M. Yusuf menjelaskan, dia baru saja ditelpon seseorang bernomor HP 085372254780. Saat itu dia sedang berada mengendarai sepada motor di jalan seputaran Kantor Bupati Bireuen, kawasan Cot Gapu, Kecamatan Jeumpa. Si penelpon mengaku dirinya seorang anggota polisi.
Dia mengaku telah menangkap anaknya M. Yusuf, Zulfikar, karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat satu ons. Dikatakan si penelpon, Zulfikar ditangkap bersama kawannya yang berboncengan sepeda motor, saat mereka menggelar razia.
Saat ini, kata si penelpon, dia bersama komandannya sedang mengamankan Zulfikar di suatu tempat yang dirahasiakan. Lalu, si penelpon kembali menanyakan pada M. Yusuf, bagaimana solusi terhadap anaknya itu. Dia juga meminta agar M Yusuf tidak menceritakan masalah tersebut pada orang lain.
“Apa bapak mau selesaikan masalah ini di tempat? Kalau tidak, anak bapak akan kami bawa ke Polres dan dimasukkan ke dalam sel,” ujar M. Yusuf, menirukan kata-kata si penelpon yang berbahasa Indonesia itu.
Si penelpon juga berusaha meyakinkan calon korban, dengan menyerahkan HP-nya pada Zulfikar yang disebut sebagai anaknya M. Yusuf yang baru saja ditangkap. “Nye, long nyoe Zul, kajidrop saknyo (Ya, saya ini Zul, sudah ditangkap tadi),” begitu terdengar suara di ujung telpon dalam bahasa Aceh
“Awalnya saya sempat keget juga, apalagi dia mengancam agar saya tidak mematikan HP, selama berhubungan dengan si pelaku itu,” kata M. Yusuf.
Disebutkan M. Yusuf, selama percakapan itu, dia sempat bernegosiasi dengan si pelaku. Sebab, dia mengaku tidak punya uang tebusan sebesar Rp50 juta. Lalu si penelpon menurunkan tarif tebusannya menjadi sebesar Rp30 juta. Tapi uang sebanyak itu disuruh ditansfer ke sebuah rekening milik si penelpon dalam jangka waktu 20 menit.
“Tapi saat itu, saya mulai curiga dan mengatakan kepada si penelpon, dia akan mematikan HP sebentar. Sebab, ingin menghubungi isterinya di Jeunieb untuk menyiapkan uang tebusan tersebut.
Setelah itu, M. Yusuf mencoba menelpon Zulfikar. Ternyata, anaknya itu mengaku tidak ditangkap dan sedang berada di Meunasah desanya. Barulah M. Yusuf lega dan yakin, dia sedang jadi sasaran penipuan.
Kemudian berselang beberapa menit, si penelpon kembali menghubungi M. Yusuf dengan nomor lain. Kali ini pelaku memakai nomor 082163112128. Dia minta dikirimi segera pulsa ke nomor tersebut dan nomor yang pertama dihubunginya tadi, masing-masing sebesar Rp100 ribu.
Singkat cerita, M. Yusuf kembali menghubungi si pelaku untuk menanyakan di mana posisinya, dan siapa namanya, agar mudah menyerahkan uang tebusan tersebut secara langsung kepadanya.
“Setelah itu si pelaku mulai terlihat sedikit ketakutan dan langsung mematikan kedua nomor HP-nya itu, kendati beberapa kali dihubungi. Saya ingin jumpa langsung, ingin tahu siapa sebenarnya orang tersebut, karena ini sudah menjurus kepenipuan, ” kata M. Yusuf
Untuk itu, M Yusuf berharap, agar masyarakat tidak mudah percaya, kalau ada menerima telpon dari orang tak dikenal yang meminta tebusan dengan modus penangkapan anggota keluarga, seperti yang dialiminya itu.***
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Tabloid
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terbaru
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Berita Terpopuler
Darmili Mengamuk, Tantang Wartawan MODUS ACEH
Rabu, 14 Desember 2011 jam 16:41:02 WIB
Soal Pilkada, PA akan Hadirkan Pihak Asing
Jumat, 07 Oktober 2011 jam 16:07:10 WIB
MIRIK: ADA SMS ANCAMAN SEBELUM CAGEE DIBUNUH
Jumat, 29 Juli 2011 jam 17:03:30 WIB
Wow..Ada Paus Sperma Di Pantai Simeulue
Sabtu, 11 Pebruari 2012 jam 17:05:33 WIB
"Kami Yakin Lebih Unggul"
Jumat, 20 Januari 2012 jam 17:00:13 WIB
MODUS ACEH Langka di Pasaran
Senin, 30 Januari 2012 jam 14:53:47 WIB
Berita Terakhir Dibaca
Awas, Penipuan Modus Penangkapan
Selasa, 10 Januari 2012 jam 21:04:20 WIB
Anggota DPRK Simeulue di Sidang Aparat Desa
Selasa, 10 Januari 2012 jam 15:22:14 WIB
Teror Buat Calon Bupati Aceh Utara
Selasa, 10 Januari 2012 jam 12:10:02 WIB
Mahasiswa Menolak Usulan Pengadaan Mobil Soal Dalam RAPBK Aceh Utara Tahun 2012
Selasa, 10 Januari 2012 jam 12:07:08 WIB
Si Jago Merah Berhasil Dijinakkan
Selasa, 10 Januari 2012 jam 08:55:59 WIB
Kebakaran di Pasar Matangglumpangdua
Senin, 09 Januari 2012 jam 22:02:43 WIB









Komentar
Silahkan login terlebih dahulu atau daftar sebagai member, gratis!